Teori dan Praktisis konseling Multibudaya
+ Free ShippingTeori dan Praktisis konseling Multibudaya
Penulis;
Silvianetri
Fadillatul Nisa
Jumlah halaman; 244
Ukuran Buku: A5 (14,8×21)
Versi Cetak: tersedia
Versi E-Book: Tersedia
Berat; 0 Kg
Harga; Rp; 145.000
Negara Indonesia adalah negara yang memiliki beragam suku dan budaya. Hal ini menunjukkan bahwa Indonesia kaya akan budaya yang dimiliki oleh warganya di berbagai daerah. Keragaman budaya (multikultural) yang dibawa oleh individu maupun kelompok merupakan peristiwa alami yang muncul dari interaksi dan cara pandang yang berbeda, sehingga membentuk sikap budaya dari individu dan kelompok tersebut, yang kemudian menjadi kebiasaan masyarakat di daerah setempat. Dengan demikian, keanekaragaman budaya yang dibawa oleh klien, mulai dari kepercayaan, latar belakang, hingga etnis yang berbeda, menuntut konselor untuk menjadi penyedia dan pendukung dalam pelayanan konseling agar dapat memahami sepenuhnya budaya klien yang dibawanya. Dalam masyarakat multibudaya, perbedaan antara individu maupun kelompok adalah hal yang wajar dan biasa terjadi dalam kehidupan masyarakat, terutama di Indonesia yang kaya akan budaya. Keragaman budaya seperti etnis, gender, latar belakang, geografis, ras, usia, kondisi fisik, serta keragaman kepercayaan, karakteristik pribadi, sosial, dan kemampuan intelektual adalah keragaman yang alami dan umum terjadi dalam kehidupan (Rizky et al., 2025).
Keberagaman itu menjadi tonggak dalam kekuatan dan bentuk rasa bangga tersendiri, akan tetapi kemajemukan mampu menjadi sebuah tantangan dalam memicu sebuah permasalahan. Ketika rasa toleransi dan menghargai kurang maka, rawan terjadi salah paham atau konflik antar budaya yang dapat menimbulkan kericuhan dan masyarakat yang terpecah belah. Maka dari itu, rasa saling menghormati dan kesadaran akan Indonesia yang memiliki budaya yang melimpah dan tentunya patut untuk terus dilestarikan. Masyarakat Indonesia dikenal pula dengan masyarakat multikultural sebab, anggota atau warganya memiliki latar belakang dan budaya yang beraneka ragam (Yuliana et al., 2025)




Reviews
There are no reviews yet.