Suara dari Lorong
+ Free ShippingSuara dari Lorong
Penulis
Eka Jaya Sukma
Jumlah halaman: 146
Ukuran Buku: A5 (14,8×21)
Versi Cetak: Tersedia
Versi E-book: tersedia
Berat; 0 Kg
Harga; Rp; 76,000
Seperti biasa malam harinya, dibilangan Jakarta Barat kawasan Kota Tua sudah menjadi kebiasaan bagi kami kongkow-kongkow bersama menikmati suasana malam Jakarta tempo doeloe. Berbicara tentang kawasan Kota Tua sudah kenal semua gak ya…??? Oo’ouuw barang tentu sudah ya, bentuk kota yang identic dengan ciri khas budya masa lampaunya yang dihiasi dengan ornament bangunan tempo dulu bercirikan khas Eropah.
Baiklah sekilas pandang kita berbicara tentang sejarah Kota Tua yang menjadi salah satu dari banyak pilihan destinasi wisata yang terdapat dikawasan Metropolitan Jakarta. KOTA TUA Jakarta berlokasi di jalan Pinangsia,Taman Sari, Jakarta Barat. Dibangun pada masa VOC pada masa pemerintahan Gubernur Jendral VOC Jon Pieterszoon Coen sekitar tahun 1620, masa dahulunya masih bernama Batavia. Kawasan ini dulu pernah hancur diserang oleh Pangeran Jayakarta dari Kerajaan Demak. Kembali dibangun dirancang dengan gaya khas Eropa yang dipisahkan oleh sebuah Kanal dengan berjarak beberapa blok disekitar kanal. Kota Batavia yang sekarang dikenal sebagai Kota Tua Jakarta baru selesai kembali dibangun pada tahun 1650 dan difungsikan sebagai kantor pusat VOC di Hindia Timur.
Pada tahun 1972, Gubernur Jakarta, Ali Sadikin mengeluarkan keputusan resmi yang menjadikan kawasan Kota Tua Jakarta sebagai situs warisan budaya dan sejarah, bertujuan supaya sejarah arsitektur dan bangunan yang masih tersisa terjaga serta terlindungi dengan baik. Selain itu pada masa VOC dan Belanda Kawasan Kota Tua Jakarta pernah menjadi pusat pemerintahan dan perdagangan yang penting, begitulah tentang sekilas pandang sejarah Kota Tua Jakarta. Sungguh sangat menarik bukan, kongkow-kongkow sambil sekalian tamasya tentang bukti-bukti peninggalan sejarah tempo doeloe




Reviews
There are no reviews yet.