Model Outcome-Based Hypothesis Learning (OBHL): Panduan Implementasi untuk Pengembangan Membaca Kritis Berorentasi Genre Teks
+ Free ShippingModel Outcome-Based Hypothesis Learning (OBHL): Panduan Implementasi untuk Pengembangan Membaca Kritis Berorentasi Genre Teks
Penulis;
I Kadek Adhi Dwipayana
I Made Sutama
I Wayan Rasna
I Wayan Artika
Jumlah halaman; 240
Ukuran Buku: A5 (14,8×21)
Versi Cetak: tersedia
Versi E-book: tersedia
Berat; 0 Kg
Harga; Rp; 124.000
Kemampuan membaca dan memahami berbagai genre teks secara kritis semakin penting dalam pendidikan abad ke-21. Mahasiswa kini dihadapkan pada teks-teks yang kompleks dan beragam. Keterampilan critical thinking adalah elemen penting dalam membaca berbagai jenis teks (Sultan, 2018). Setiap genre teks menawarkan perspektif yang unik dengan karakteristik, tujuan, dan kompleksitas yang berbeda, mendorong mahasiswa untuk berpikir lebih luas dan tidak terbatas pada satu sudut pandang. Membaca berbagai genre teks dengan menggunakan keterampilan critical thinking memungkinkan mahasiswa untuk mengungkapkan pandangan dunia dalam segala kompleksitasnya (Scollon, 2014; Chambers & Radbourne, 2015).
Genre teks tidak dapat dilepaskan dari konteks situasional dan budaya tempat teks tersebut diproduksi dan digunakan (Halliday, 2009; Palmer & Friedrich, 2014; Wall et al., 2015). Oleh karena itu, memahami teks juga berarti memahami relasi kuasa, nilai, dan ideologi yang bekerja di balik konstruksi bahasa. Pemahaman terhadap dimensi ideologis teks menuntut kemampuan yang melampaui aktivitas membaca literal, melainkan melibatkan proses interpretasi kritis terhadap pilihan bahasa, struktur wacana, serta representasi makna (Fauzan, 2016). Dalam hal ini, keterampilan critical thinking berperan sebagai perangkat kognitif utama untuk mengungkap fungsi ideologis teks dan menilai bagaimana teks membentuk, mereproduksi, atau menantang realitas sosial tertentu (Kamal et al., 2022). Keterampilan berpikir kritis mencerminkan tingkat pemahaman membaca yang tinggi karena melibatkan proses kognitif kompleks seperti analisis, sintesis, evaluasi, dan refleksi (Olson et al., 2023). Dengan demikian, membaca kritis tidak berhenti pada pemahaman isi atau kemampuan menjawab pertanyaan tekstual, tetapi menekankan pada penggalian makna secara mendalam dan reflektif (Yasa, 2021; Yasa et al., 2016; Wilson, 2016).




Reviews
There are no reviews yet.