Metodologi Penelitian Ilmiah, Riset dan Operasional
+ Free ShippingMetodologi Penelitian Ilmiah, Riset dan Operasional
Penulis;
Dr. Sulaiman, SP., M.SI
Ridwan , SP., M.SI
Jumlah halaman: 430
Ukuran Buku: A5 (14,8×21)
Versi Cetak; Tersedia
Versi E-book: tersdia
Berat; 0 Kg
Harga; Rp; 245.000
Ilmu pengetahuan merupakan salah satu warisan intelektual terbesar dalam sejarah peradaban manusia. Sejak keberadaannya, manusia tidak pernah berhenti untuk berusaha memahami lingkungan alam yang mengitarinya, mengenali dirinya sendiri, serta menelaah hubungan dengan sesama manusia. Dorongan ingin tahu yang secara kodrati melekat pada manusia, disertai kebutuhan untuk bertahan hidup, mendorong lahirnya upaya-upaya untuk mencari jawaban atas berbagai fenomena. Pencarian jawaban inilah yang melahirkan pengetahuan dalam berbagai bentuk. Seiring waktu, pengetahuan mengalami perkembangan, dari sekadar pengetahuan sehari-hari yang bersifat spontan hingga menjadi ilmu pengetahuan yang sistematis, teratur, dan dapat diuji kebenarannya.
Memahami hakikat ilmu pengetahuan menjadi langkah awal yang penting bagi mahasiswa yang sedang mempelajari metodologi penelitian. Penelitian tidak bisa dipandang hanya sebagai rangkaian aktivitas teknis yang terbatas pada pengumpulan data, analisis, dan penyusunan laporan. Lebih dari itu, penelitian adalah bagian dari perjalanan panjang umat manusia dalam menalar, menguji, dan menyusun pengetahuan secara sistematis. Oleh sebab itu, sebelum masuk pada tahap-tahap teknis metodologi penelitian, perlu terlebih dahulu ditelaah sejarah pengetahuan, bagaimana ia berkembang, dan bagaimana definisi yang melandasi pemahaman kita tentang ilmu itu sendiri.
Sejarah pengetahuan menunjukkan bahwa ilmu pengetahuan tidak lahir secara tiba-tiba, melainkan melalui fase-fase panjang. Pada tahap paling awal, manusia menjelaskan fenomena alam melalui mitos. Gejala alam seperti petir, gempa bumi, atau musim panen dipahami sebagai manifestasi kekuatan adikodrati. Misalnya, petir dianggap sebagai bentuk kemarahan dewa, atau hasil panen yang melimpah dipahami sebagai berkah leluhur. Pengetahuan mitologis ini bersifat imajinatif, tidak sistematis, dan tidak dapat diuji secara empiris. Meski demikian, mitos memiliki fungsi sosial yang penting, yakni memberikan rasa aman, mengikat masyarakat dalam kerangka moral, dan menjelaskan hal-hal yang belum dapat dipahami secara rasional.




Reviews
There are no reviews yet.