Manusia dan Kebudayaan dalam Persepektif Ilmu Sosial
+ Free ShippingManusia dan Kebudayaan dalam Persepektif Ilmu Sosial
penulis;
Ishak Bagea
Rasid
Sitti Salma
Arfin Bagea
Deni Dahlan
Arfili
Aurel isma wardani
Rohana Talia
Ilda Trihapsari
Fitri Ramadhani Onan
Arbin sabara
Abdul father
Arif Pamana
Jumlah halaman: VIII + 173
Ukuran Buku: A5 (14,8×21)
Versi cetak; tersedia
Versi E-Book; Tersdia
Berat; 0 Kg
Harga; Rp; 134.000
Indonesia dikenal sebagai negara kepulauan yang kaya akan keragaman budaya, bahasa, dan tradisi. Salah satu wilayah yang menyimpan kekayaan budaya yang luar biasa adalah Provinsi Sulawesi Tenggara. Provinsi ini dihuni oleh berbagai suku bangsa seperti Tolaki, Buton, Muna, Moronene, dan Bajo, yang masing-masing memiliki warisan budaya yang khas dan sarat makna. Keberagaman ini tidak hanya menjadi identitas lokal, tetapi juga bagian integral dari mozaik kebudayaan nasional Indonesia.
Namun, di tengah arus globalisasi dan modernisasi yang kian deras, eksistensi budaya lokal menghadapi tantangan serius. Generasi muda cenderung lebih akrab dengan budaya populer global dibandingkan dengan warisan budaya leluhur mereka sendiri. Fenomena ini mengakibatkan terjadinya pergeseran nilai dan bahkan potensi kepunahan budaya lokal. Di sinilah pentingnya upaya pelestarian dan pengkajian terhadap nilai dan makna budaya lokal, khususnya di Sulawesi Tenggara, agar tidak tercerabut dari akar identitasnya.
Kebudayaan bukan sekadar warisan masa lalu, tetapi juga cerminan nilai-nilai luhur yang membentuk karakter dan jati diri suatu masyarakat. Misalnya, dalam budaya suku Tolaki, terdapat tradisi tamlan molulo dan tarian mondotambe yang sarat akan nilai kebersamaan dan solidaritas sosial. Begitu pula dengan konsep kalosara, yang menjadi simbol kesatuan dan keharmonisan dalam masyarakat Tolaki. Di sisi lain, masyarakat Buton dan Muna memiliki tradisi seperti upacara pingitan, budaya sarapata, kasebu, kamohu, dan katoba, yang mengandung nilai-nilai pendidikan, spiritualitas, dan etika sosial yang tinggi. Tak kalah penting, masyarakat Bajo yang hidup sebagai pelaut ulung memiliki kearifan lokal dalam mencari ikan yang mencerminkan hubungan harmonis antara manusia dan alam.




Reviews
There are no reviews yet.