BIOEKOLOGI PENYAKIT BUSUK BATANG KENAF DI LAHAN BASAH
+ Free ShippingBIOEKOLOGI PENYAKIT BUSUK BATANG KENAF DI LAHAN BASAH
Penulis:
Prof. Dr. Ir. H. Ismed Setya Budi, MS., IPM
Prof. Dr. Ir. Hj. Mariana, MP.
Jumlah halaman: 323
Ukuran Buku: A5 (14,8×21)
Versi Cetak: Tersedia
Versi E-book: tersdia
Berat; 0 Kg
Harga; Rp; 234.000
Kenaf dapat tumbuh di wilayah tropis dan subtropis pada ketinggian hingga 1.200 meter di atas permukaan laut. Tanaman ini tumbuh subur di berbagai jenis tanah, terutama pada tanah lempung berpasir atau lempung liat berpasir dengan drainase yang baik (Dempsey, 1963). Kalimantan Selatan merupakan contoh utama, karena menjadi salah satu pusat budidaya kenaf yang penting di Indonesia. Di wilayah ini, kenaf umumnya dibudidayakan di lahan tadah hujan; akibatnya, keberhasilan budidayanya sangat bergantung pada kondisi iklim, khususnya curah hujan (Sastrosupadi dkk., 1996). Terkait pH, kenaf memiliki daya adaptasi yang luas—yakni antara 4,5 hingga 6,5—sehingga tanaman ini dapat tumbuh dengan baik di tanah gambut maupun tanah Podsolik Merah-Kuning (Sastrosupadi, 1997b; Heliyanto dkk., 1998).
Program Intensifikasi Tanaman Serat Karung Rakyat (ISKARA) di Kalimantan Selatan dimulai pada tahun 1977, dengan fokus pada lokasi budidaya di kawasan transmigrasi seperti Kabupaten Tabalong, Tapin, Tanah Laut, dan Kotabaru. Tanaman serat yang awalnya dikembangkan adalah Rosela (*Hibiscus sabdariffa* L.). Namun, varietas ini memberikan hasil yang rendah (0,99 ton/ha) akibat adanya kendala yang belum teratasi serta kurangnya minat petani. Belakangan ini, kenaf juga mulai dibudidayakan di wilayah tersebut




Reviews
There are no reviews yet.