PERAN PEREMPUAN DESA DALAM MANAJEMEN SUMBER DAYA PESISIR UNTUK MEWUJUDKAN BLUE ECONOMY
+ Free ShippingPERAN PEREMPUAN DESA DALAM MANAJEMEN SUMBER DAYA PESISIR UNTUK MEWUJUDKAN BLUE ECONOMY
penulis;
Muhammad Rizki
Satrio Bimo Syahputro
Novica Indriaty
Daeylen Beby
Dewi Asti
Jumlah halaman; 104
Ukuran Buku: A5 (14,8×21)
Versi Cetak: Tersedia
Versi E-Book: Tersedia
Berat; 0 Kg
Harga; Rp; 76.000
Potensi pesisir dan lautan dalam memenuhi kebutuhan pembangunan berkelanjutan sangat besar. Jika potensi pesisir dan lautan tersebut dapat dijaga dan dikembalikan ke kondisi yang sehat dan produktif, lautan akan memainkan peran yang lebih penting dalam masa depan umat manusia (Spalding, 2016). Kebutuhan tersebut mendorong munculnya konsep blue economy. Konsep blue economy adalah konsep kegiatan ekonomi dan perdagangan diselaraskan dengan kebutuhan untuk mengintegrasikan konservasi dan keberlanjutan dalam pengelolaan wilayah maritim dan mencakup ekologi atau lingkungan laut (Smith-Godfrey, 2016). Penerapan konsep blue economy sangat penting bagi negara kepulauan seperti Indonesia. Indonesia terdiri dari ribuan pulau dan memiliki garis pantai terpanjang kedua di dunia, sehingga perlu dilakukan upaya-upaya untuk melestarikan potensi kekayaan sumberdaya kelautan yang dimiliki sehingga tetap dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh masyarakat (Nanda et al., 2024).
Kabupaten Bintan, sebagai wilayah kepulauan, memiliki potensi sumber daya pesisir yang melimpah. Kecamatan Teluk Bintan merupakan salah satu kecamatan yang penduduknya bergantung pada sumber daya pesisir seperti perikanan sebagai mata pencaharian, Dimana terdapat 5 dari 6 desa yang sebagian besar warganya bekerja pada sektor perikanan (Badan Pusat Statistik Kabupaten Bintan, 2024). Desa Pengujan merupakan salah satu desa di Kecamatan Teluk Bintan, Kabupaten Bintan yang memiliki ketergantungan yang tinggi terhadap sumber daya pesisir untuk keberlangsungan hidup masyarakatnya. Hal ini dibuktikan dengan data pekerjaan masyarakat pengujan yang mayoritas adalah nelayan (Ruwanti & Siti, 2020). Selain perikanan, desa pengujan juga memiliki beberapa objek wisata berbasis pesisir, seperti pantai, rumah makan seafood, maupun wisata budaya “cedok udang” (Andini et al., 2024)




Reviews
There are no reviews yet.