PENDIDIKAN KARAKTER: FONDASI, STRATEGI, DAN TRANSFORMASI DI ERA MODERN
+ Free ShippingPENDIDIKAN KARAKTER: FONDASI, STRATEGI, DAN TRANSFORMASI DI ERA MODERN
penulis;
Irma Ibrahim ,MM
Ralhana Alti Do All.,S.Tr.Keb.,M.Keb
Dr. Sarmina Ati.,M.Pd
Jumlah halaman: XVI + 361
Ukuran Buku: A5 (14,8×21)
Versi cetak: tersedia
Versi E-Book: tersddia
berat; 0 Kg
Harga; Rp; 225,000
Pendidikan karakter bukanlah sebuah konsep baru dalam diskursus pedagogi, melainkan sebuah renaisans dari nilai-nilai fundamental yang telah mendasari peradaban manusia sejak ribuan tahun lalu. Secara etimologis, istilah “karakter” berasal dari bahasa Yunani charassein, yang berarti mengukir, memahat, atau menandai. Akar kata ini memberikan pemahaman ontologis bahwa karakter bukanlah sesuatu yang bersifat cair atau sekadar bawaan lahir, melainkan sebuah hasil dari proses “pemahatan” yang dilakukan secara sadar dan berulang-ulang melalui pengalaman, pendidikan, dan lingkungan. Dalam konteks ini, karakter merupakan “tanda khusus” yang membedakan satu individu dengan individu lainnya dalam hal kualitas moral dan konsistensi perilaku.
Secara terminologis, sering kali terjadi tumpang tindih penggunaan antara istilah “karakter” dan “kepribadian” (personality). Namun, dalam perspektif etika akademik, keduanya memiliki distingsi yang sangat jelas. Kepribadian cenderung merujuk pada aspek psikologis yang bersifat deskriptif, mencakup pola perilaku, temperamen, dan sifat-sifat yang tampak secara lahiriah sebagai respon terhadap stimulus lingkungan. Sebaliknya, karakter memiliki dimensi normatif yang sangat kuat. Karakter tidak hanya berbicara tentang “bagaimana seseorang bertindak”, tetapi lebih mendalam mengenai “kualitas moral di balik tindakan tersebut” (Lickona, 1991). Jika kepribadian bersifat bebas nilai (value-free), maka karakter sepenuhnya terikat nilai (value-laden




Reviews
There are no reviews yet.