Agraria, Pariwisata, dan Masyarakat Lokal
+ Free ShippingAgraria, Pariwisata, dan Masyarakat Lokal
Penulis;
Nurbaiti Usman Siam
Suherry
Rendra Setyadiharja
Amanda Salsa Ekasaputri
Hezkya Amanda Putri
Azwan Rifa’i
Jumlah halaman; 298
Ukuran Buku: A5 (14,8×21)
Versi Cetak; Tersedia
Versi E-Book: Tersedia
Berat; 0 Kg
harga; Rp; 134.000
Konsep agraria merupakan fondasi penting dalam memahami hubungan antara manusia, tanah, sumber daya alam, dan kekuasaan. Dalam ilmu sosial, agraria tidak semata-mata dipahami sebagai persoalan teknis pertanahan atau produksi pertanian, melainkan sebagai suatu arena relasi sosial, ekonomi, dan politik yang kompleks. Agraria mencakup aspek penguasaan, pemilikan, penggunaan, dan pemanfaatan tanah beserta sumber daya alam yang terkandung di dalamnya, serta relasi kekuasaan yang membentuk dan mengaturnya (White et al., 2012). Dalam konteks negara berkembang seperti Indonesia, persoalan agraria memiliki posisi strategis karena terkait langsung dengan sejarah kolonialisme, pembangunan nasional, distribusi sumber daya, dan konflik sosial yang berkelanjutan.
Dalam studi pemerintahan dan politik publik, agraria menjadi isu sentral karena negara memiliki peran dominan dalam mengatur distribusi dan penguasaan tanah melalui regulasi, kebijakan pembangunan, dan praktik administrasi pertanahan. Di wilayah dengan potensi pariwisata tinggi seperti Kabupaten Bintan, dinamika agraria semakin kompleks akibat pertemuan antara kepentingan investasi, strategi pembangunan ekonomi, dan keberlanjutan penghidupan masyarakat lokal. Oleh karena itu, pemahaman konseptual mengenai agraria dan penguasaan tanah dalam perspektif ilmu sosial menjadi prasyarat analitis untuk menelaah politik tanah dalam konteks pariwisata.




Reviews
There are no reviews yet.