MAZAHIB AT-TAFSIR: Tipologi dan Dinamika Aliran Tafsir dalam Tradisi Klasik dan Kontemporer
+ Free ShippingMAZAHIB AT-TAFSIR: Tipologi dan Dinamika Aliran Tafsir dalam Tradisi Klasik dan Kontemporer
Penulis;
Dewi Murni
Siti Rahmawati
Syahri Wahyudi
Jumlah halaman: 552
Ukuran Buku: A5 (14,8×21)
Versi Cetak: Tersedia
Versi E-Book: Tersdia
Berat; 0 Kg
Harga; Rp; 245.000
Ilmu tafsīr merupakan sebuah disiplin yang sangat fundamental dalam studi Al-Qur’ān, karena ia berupaya untuk “membuka tabir” makna wahyu Ilahī kepada manusia. Secara bahasa, kata tafsīr berasal dari akar f-s-r (فسّر) yang berarti “menjelaskan” atau “menerangkan”. Secara istilah, menurut Az‑Zarqānī dalam kitab Manāhil al-‘Irfān fī ‘Ulūm al-Qur’ān mendefinisikan: “tafsīr adalah ilmu yang membahas kandungan Al-Qur’ān dengan menyingkap maknanya (dilālah), dengan maksud yang diinginkan Allah SWT, sebatas kemampuan manusia.”[1] Dengan demikian, tafsīr tidak hanya berhenti pada perihal arti lafadh (kosakata) semata, tetapi juga meliputi maksud (makāna), tujuan (maqṣūd) dan hikmah (ḥikmah) yang terkandung dalam wahyu Ilahī.
Dalam kerangka ini, istilah mazhab tafsīr merujuk kepada aliran-atau pendekatan tertentu dalam memahami dan menafsirkan Al-Qur’ān. Setiap mazhab membawa metode dan kerangka pikirnya sendiri — misalnya menekankan aspek linguistik dan gramatikal, aspek sosial-historis, aspek hukum (ahkām), atau aspek rasional dan filosofis. Sebagaimana tertulis dalam materi mata kuliah “Mazāhib al-Tafsīr”, bahwa mahasiswa diarahkan untuk “menganalisis dan mendefinisikan istilah mazāhib tafsīr, ruang lingkup dan sejarah munculnya mazāhib”. Dengan cara ini, kajian tafsīr menjadi kaya dan beragam, namun tetap harus berdasarkan fondasi-ilmiah yang kokoh.
[1] Az-Zarqānī, Manāhil al-‘Irfān fī ‘Ulūm al-Qur’ān, ed. 1, Jil. 2 (Beirut: Dār al-Kitāb al-‘Arabī, 1995), hlm. 6




Reviews
There are no reviews yet.